Kondisi gedung MTs Tarbiyatul Athfal di Desa Kenteng, Kecamatan Toroh kini berubah drastis. Sebelumnya, sebagian besar bangunan MTs tersebut masih berupa tembok bata tanpa plester dan berdinding kayu mahoni. Sekarang, bangunan sudah ganti dengan konstruksi tembok kokoh dan atapnya dipasang dari baja ringan.

Bergantinya wajah gedung MTs itu seiring selesainya proses renovasi yang dilakukan Bank Mega melalui program Mega Berbagi dengan alokasi anggaran sekitar Rp 1,1 miliar. Dana sebesar ini digunakan untuk pembangunan beberapa ruang baru yang digunakan sebagai laborat, ruang guru, perpustakaan, toilet, dan ruang kepala MTs. Selain itu, alokasi dana juga digunakan untuk merenovasi enam ruang kelas yang totalnya ditempati 147 siswa.

 

“Kami merasa bersyukur karena proses rehab gedung MTs Tarbiyatul Athfal ini akhirnya bisa selesai sesuai rencana. Terima kasih kami sampaikan pada Bank Mega yang menyalurkan programnya untuk memperbaiki sekolahan kami. Setelah direnovasi, kondisi gedung sekolah sekarang jadi megah dan nyaman ditempati untuk kegiatan pembelajaran,” ungkap Ketua Yayasan Tarbiyatul Athfal Moh Masrukan saat menerima kunjungan Direktur Utama Bank Mega Kostaman Thayib di sekolahannya, Kamis (6/9/2018).

Selain Kostaman, hadir pula Regional Head Bank Mega Semarang Liviana Dewi bersama jajarannya. Tampak pula dua perwakilan nasabah Bank Mega dari Pati dan Kudus yang sengaja diajak untuk menyaksikan hasil renovasi gedung MTs tersebut.

Kedatangan Kostaman dan rombongan dalam rangka menyerahkan kembali hasil renovasi gedung yang sudah dilakukan pada pihak sekolah. Selain itu, Kostaman dan rombongan juga menyempatkan waktu untuk melihat kondisi gedung yang direnovasi oleh rekanan dari PT Mei Karya tersebut.

“Saat ini, MTs Tarbiyatul Athfal sudah memiliki bangunan dengan fungsi yang lebih baik untuk kegiatan belajar dan mengajar,” kata Kostaman pada wartawan.

Menurutnya, program Mega Berbagi sudah berjalan sekitar 10 tahun. Hingga saat ini sudah ada 61 sekolah yang menerima bantuan renovasi. Sekolah tersebut tersebar dari Sabang hingga Merauke. Dari jumlah tersebut, 44 sekolah telah selesai dikerjakan, sisanya masih proses pengerjaan dan ditarget selesai semua pada tahun ini.

Ia menambahkan, program Mega Berbagi sumber dananya berasal dari Bank Mega dan sebagian hasil suku bunga nasabah. Yakni, para nasabah diajak untuk menyisihkan sebagian suku bunga tabungan yang didapatkan, yakni sebesar 1 persen. Kemudian di tambah lagi, 1 persennya dari Bank Mega yang dialokasikan untuk bidang pendidikan.

’’Kami sangat meyakini, pendidikan yang baik akan menjadi kunci kemajuan bangsa. Pendidikan yang baik akan membebaskan generasi dari kebodohan dan kemiskinan. Kami ingin memutus rantai kemiskinan dengan membantu perbaikan fasilitas pendidikan ini,’’ ujarnya.

Regional Head Bank Mega Semarang Liviana Dewi menambahkan, di Wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta pada Tahun 2018, Bank Mega telah memberikan bantuan kepada dua sekolah. Masing-masing di Sukoharjo dan Grobogan.