Pemkab Grobogan menggelar rapat koordinasi (rakor) kesiapan penanganan dan kewaspadaan virus corona atau COVID-19 (corona virus december 2019) dengan stakeholder, Kamis (5/3/2020). Rakor yang dilangsungkan di ruang rapat wakil bupati itu dipimpin Sekretaris Daerah Moh Sumarsono didampingi Kepala Dinas Kesehatan Slamet Widodo dan Wakil Direktur RSUD dr R Soedjati Purwodadi Titik Wahyuningsih.

Rakor dihadiri seluruh direktur rumah sakit pemerintah dan swasta, camat, kepala OPD, serta instansi terkait lainnya.

Kepala Dinas Kesehatan Slamet Widodo mengawali rakor dengan penyampaian paparan terkait virus corona. Mulai perkembangan terkini penyebaran virus corona, serta bagaimana cara-cara pencegahan yang harus dilakukan mulai dari tingkatan dinas, rumah sakit, puskesmas, hingga masyarakat.

“Pada dasarnya yang bisa melawan virus itu adalah sistem kekebalan tubuh (imunitas) itu sendiri. Jadi yang lebih penting adalah menjaga pola hidup sehat agar tidak mudah tertular COVID-19,” jelasnya. 

Pola hidup sehat itu dicontohkan dengan menjaga gizi makanan yang dikonsumsi (perbanyak sayuran dan buah-buahan), olahraga teratur, dan istirahat yang cukup.

Selain itu juga harus membiasakan cuci tangan setelah beraktifitas di tempat umum agar kotoran dan kuman yang menempel tidak langsung terkena muka atau masuk ke dalam tubuh saat makan. Jika pola hidup sehat ini telah dijalankan, maka tidak perlu cemas akan terjangkit COVID-19.

“Orang sehat tidak perlu pakai masker. Jangan seperti yang ada di Jakarta, semuanya berburu masker sehingga barangnya langka dan harganya mahal. Yang wajib pakai masker itu hanya yang sedang sakit, batuk-batuk, dan petugas kesehatan yang sedang memeriksa pasien,” tegasnya.
Pihaknya meminta seluruh stakeholder terkait bisa menyosialisasikan hal ini agar masyarakat tidak panik dan resah. Sosialisasi ini tidak hanya menjadi tugas tenaga kesehatan namun seluruh stakeholder terkait agar kecemasan masyarakat menurun.
Sekretaris Daerah Moh Sumarsono menegaskan, untuk mengantisipasi virus corona ini tidak bisa dilakukan satu instansi saja. Tetapi harus melibatkan stakeholder terkait. “Oleh sebab itu, perlu dibentuk tim gabungan,” ungkapnya.

Sumarsono menambahkan, guna meminimalisir kecemasan masyarakat terhadap bahaya COVID-19 ini, pihaknya meminta dinas infokom dan seluruh awak media bisa menyampaikan pemberitaan yang benar dan tidak menimbulkan kepanikan.
“Manfaatkan media sosial dengan baik. Sampaikan edukasi tentang virus corona dengan baik dan benar. Jangan sampai informasi yang disampaikan malah menakut-nakuti dan menimbulkan kepanikan masyarakat,” katanya.

Lokasi Kantor

Jumlah Pengunjung

93087
Hari iniHari ini2
KemarenKemaren197
Minggu iniMinggu ini912
Bulan iniBulan ini5313
KeseluruhanKeseluruhan93087
Go to top