Perjuangan atlit Grobogan yang berlaga dalam kancah Porprov Jateng ke-XV di Surakarta akhirnya berakhir. Selama sepekan mengikuti Porprov, kontingen Grobogan berhasil menempati urutan keempat. Urutan pertama hingga ketiga ditempati dibawah Kota Semarang, Kota Solo dan Kudus.

Total kontingen Grobogan yang berangkat ke Porprov 2018 ada 289 orang dan 71 ofisial. Atlit dan ofisial ini berasal dari 29 cabor.

Dalam ajang Porprov yang berlangsung sejak 19 Oktober kemarin, kontingen Grobogan berhasil mendulang 145 medali. Terdiri 51 emas, 46 perak, dan 48 perunggu.

Perolehan medali Grobogan sempat ditempel ketat kontingen Banyumas yang akhirnya harus puas menempati posisi kelima. Medali yang didapat Banyumas sebanyak 50 emas, 46 perak, dan 70 perunggu. Selisih medali emas antara Grobogan dan Banyumas hanya terpaut satu keping saja.

Kepastian Grobogan bisa unggul atas Banyumas didapat menjelang berakhirnya Porprov. Torehan medali emas terakhir yang disumbangkan petinju Lamhot Parulian Tambunan di kelas berat 69 kg, memastikan Grobogan bercokol di urutan empat besar.

“Perebutan empat besar memang cukup menegangkan. Alhamdulillah, kita akhirnya bisa unggul tipis dari Banyumas,” kata Sekretaris Daerah Grobogan Moh Sumarsono, saat penyambutan kedatangan kontingen Porprov, Kamis (25/10/2018).

Sumarsono menegaskan, sebelumnya para atlit diminta berupaya keras agar meraih peringat tiga besar sesuai target yang ditetapkan. Soalnya, dalam dua edisi Porprov

sebelumnya, kontingen Grobogan hanya bisa meraih peringkat keempat.

“Seperti diketahui, dalam Porprov kali ini, kita memang bikin target meraih peringkat tiga besar. Namun, targetnya tidak tercapai karena kita tetap bertahan di posisi empat besar. Meski begitu, hasil ini sudah bagus mengingat persaingan Porprov kali ini lebih ketat,” tegasnya.