Pemerintah saat ini tengah melakukan berbagai upaya menuju swasembada protein hewani. Artinya sumber protein hewani yang dikonsumsi masyrakat berasal dari keanekaragaman ternak, tidak semata-mata bersumber dari daging sapi dan kerbau. Hal itu disampaikan Bupati Grobogan Sri Sumarni saat membuka ekspo peternakan dan perikanan, Jumat (5/10/2018).

Bupati meminta agar program pemerintah itu harus didukung bersama. Upaya yang bisa dilakukan adalah meningkatkan produksi dan reproduktivitas ternak. Selain sapi dan kerbau, populasi ternak kecil seperti kambing, domba, kelinci, unggas, sapi perah serta ikan juga perlu ditingkatkan.

“Pemerintah saat ini terus mendorong masyarakat untuk diversifikasi konsumsi protein hewani. Jadi tidak hanya mengkonsumsi daging sapi atau kerbau saja, namun bisa daging ayam, telur, daging kambing/domba dan kelinci, bahkan ikan yang jumlahnya sangat melimpah,” katanya.

Menurut bupati, Grobogan saat ini juga dikenal sebagai daerah penghasil sapi potong terbesar nomor dua di Jawa Tengah. Saat ini, populasi sapi tidak kurang dari 180 ribu ekor.

Upaya peningkatan populasi sapi di Grobogan juga mendapat dukungan dari Kementerian Petanian melalui Direktorat Jendral Peternakan dan Kesehatan Hewan. Yakni, dengan mengalokasikan kegiatan Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (UPSUS SIWAB).

Melalui program ini, diharapkan 83 persen sapi betina produktif akan bisa bunting dan melahirkan pedet sapi sehingga bisa makin meningkatkan populasi sapi potong. Sampai dengan bulan Agustus 2018 kegiatan UPSUS SIWAB melalui Inseminasi Buatan gratis tesebut sudah mencapai target 96.600 akseptor sapi.

Masih dikatakan bupati, untuk lebih memacu pembangunan di bidang peternakan dan perikanan, pada 2018 ini, tidak kurang dari 200 kelompok ternak dan ikan diberikan bantuan hibah untuk kegiatan budidaya ternak, sapi potong, kambing, domba, ayam, itik dan perikanan.

“Disamping itu juga ada bantuan berupa alat dan mesin bahkan infrastrukturnya berupa jalan produksi peternakan dan perikanan. Program bantuan hibah tersebut adalah merupakan kepedulian dari Pemkab Groboga agar para petani, peternak dan pembudidaya ikan menjadi lebih sejahtera,” pungkasnya.

Acara pembukaan juga dihadiri Kapolres Grobogan AKBP Choiron El Atiq, Kasdim 0717 Purwodadi Mayor Ngatijo, anggota Komisi B DPRD Grobogan Sumarli, Kadisnakkan Grobogan Riyanto dan pejabat terkait serta tamu undangan lainnya.

Pembukaan ekspo ditandai dengan pengguntingan rangkaian bunga dilanjutkan peninjauan stand peserta. Dalam kesempatan itu, bupati juga sempat menyerahkan hadiah pada kelompok ternak berprestasi dan perwakilan kelompok penerima hibah.

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Grobogan Riyanto menyatakan, ekspo tersebut rencananya digelar selama tiga hari, mulai Jumat (5/10/2018) hingga Minggu lusa.

Menurutnya, ada beberapa tujuan diselenggarakannya ekspo tersebut. Yakni, untuk memotovasi, mendorong para peternak dan pengusaha peternak untuk senantiasa berinovasi dan berkreatif di bidang peternakan. Selain itu ekspo juga dimanfaatkan sebagai ajang promosi dan silaturahmi para peternak, kelompok peternak, pengusaha maupun stakholder dalam upaya memajukan dan meningkatkan usaha peternakan di kabupaten Grobogan

“Dalam ekspo ini, ada 31 stand yang disediakan. Selain dari peserta lokal, stand ekspo juga diisi BPBT Non Ruminansia Provinsi Jateng, BPPT Provinsi Jateng, PT Jasindo Cabang Kudus, BIB Ungaran, dan PT Nutrifeed Klaten,” katanya.

Dalam rangkaian acara tersebut juga akan digelar lomba asah terampil para petani peternak, lomba kontes kambing peranakan etawa, lomba burung berkicau, dan berbagai lomba lainnya. Guna meramaikan even tahunan Dinas Peternakan dan Perikanan Grobogan tersebut akan dipamerkan “monster” sapi-sapi super jumbo yang sengaja didatangkan dari daerah lain.

Lokasi Kantor

Jumlah Pengunjung

82610
Hari iniHari ini108
KemarenKemaren242
Minggu iniMinggu ini756
Bulan iniBulan ini350
KeseluruhanKeseluruhan82610
Go to top