Banyak cara yang dapat dilakukan guna menekan bencana kekeringan, seperti yang terjadi di Grobogan setiap kemarau tiba. Salah satunya adalah memperbanyak penanaman pohon bambu.

Hal itu disampaikan Kepala Bidang PPSDALH Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion (P3E) Jawa Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Sugeng Wachyono saat menjadi pembicara dalam acara sosialisasi konservasi sumberdaya alam (SDA) serta Program Penghematan Energi dan Air di gedung Riptaloka Setda Grobogan, Senin (24/9/2018). Sosialisasi yang diselenggarakan Bagian Perekonomian Pemkab Grobogan itu mengundang puluhan kepala sekolah, camat dan sejumlah instansi terkait.

 

Menurut Sugeng, pohon bambu bisa berfungsi sebagai tanaman pengikat air dan memiliki pertumbuhan yang cepat. Disisi lain, pohon bambu juga memiliki nilai ekonomi tinggi yang nantinya bisa dimanfaatkan masyarakat.

Dengan adanya pohon bambu, air hujan bisa tertampung dalam tanah. Hal ini terjadi karena ada akar pohon bambu yang bisa mengikat air.

“Sebaiknya, perlu dicoba dan dibuat percontohan dulu di lahan sekitar 10 Ha. Lahan percontohan tidak harus miilik Pemkab tetapi bisa milik masyarakat,” jelasnya.

Sugeng menegaskan, di pulau Jawa terdapat sekitar 174 jenis bambu. Untuk mencari bambu yang cocok pada lahan yang disiapkan, bisa konsultasi dulu di Pusat Studi Bambu Kaliurang, Yogyakarta.

Selain penanaman bambu, upaya mengatasi kekeringan bisa dilakukan dengan pembuatan lubang biopori  untuk memperbaiki kualitas lingkungan. Menurutnya, pembuatan lubang biopori mempunyai banyak manfaat. Diantaranya bisa mempercepat penyerapan air ke dalam tanah, menyaring air agar bersih, mengurai sampah organik, dan menjaga unsur hara pada tanah.

“Jadi, biopori merupakan sebuah teknologi sederhana tetapi punya manfaat yang cukup banyak. Saya pernah bikin rekor MURI pembuatan 13 ribu biopori pada tahun 2011,” katanya.

Assiten II Pemkab Grobogan Ahmadi Widodo menyatakan, para pimpinan instansi pemerintahan diminta menjadi teladan dalam upaya penghematan energi dan air. Setelah bisa menerapkan upaya tersebut, baru mengajak seluruh komponen masyarakat untuk menghemat energi dan air.

“Instansi pemerintah supaya jadi contoh dan teladan bagi masyarakat untuk merubah mindset dan pradigma dalam mengelola air dan sumber energi secara bijaksana,” katanya.

Menurutnya, program penghematan energi dan air merupakan wujud kepedulian akan pentingnya menggunakan energi dan air dalam kehidupan dengan bijak. Hal itu perlu dilakukan karena sumber energi yang digunakan saat ini, suatu saat akan habis.

Lokasi Kantor

Jumlah Pengunjung

82602
Hari iniHari ini100
KemarenKemaren242
Minggu iniMinggu ini748
Bulan iniBulan ini342
KeseluruhanKeseluruhan82602
Go to top