Berbagai upaya terus dilakukan Pemkab Grobogan guna meningkatkan produksi padi. Salah satu caranya dengan melakukan percepatan tanam padi pada lahan seluas 11.989 hektar yang tersebar di beberapa kecamatan. Percepatan tanam ini dilakukan di lahan tadah hujan dengan mengandalkan irigasi pompanisasi dari air sungai.

“Kabupaten Grobogan merupakan salah satu lumbung padi yang memberikan kontribusi cukup besar bagi penyediaan pangan di Provinsi Jawa Tengah.

Akan tetapi musim panennya belum bisa merata dari bulan ke bulan,” kata Bupati Grobogan Sri Sumarni, saat mengadiri acara Gebyar Petroganik dan Percepatan Tanam Padi di Desa Mangunsari, Kecamatan Tegowanu, Rabu (19/9/2018).

 

Hadir dalam kesempatan itu, Asisten II Pemprov Jateng Prijo Anggoro Budi Rahardjo dan jajaran direksi Petrokimia. Tampak pula, perwakilan FKPD, dan Kepala Dinas Pertanian Grobogan Edhie Sudaryanto serta sejumlah perwakilan dari Dinas Pertanian kabupaten tetangga. Acara ini juga dihadiri para distributor dan pengecer pupuk.

Menurut bupati, pada bulan-bulan tertentu masih terjadi paceklik produksi padi. Yaitu pada bulan November dan Desember.

“Untuk mengisi kekosongan produksi pada bulan November dan Desembar tersebut, perlu dilakukan percepatan tanam agar panen padi agar ada panen pada bulan-bulan paceklik tersebut. Dengan adanya panen bulan November dan Desember maka harganya pasti tinggi karena saat itu tidak banyak areal panennya,” jelasnya.

Masih dikatakan bupati, tanam padi lebih awal dari biasanya ini dilakukan dalam kurun waktu Agustus hingga Oktober mendatang. Untuk bulan September ini, percepatan tanam padi dilakukan pada lahan seluas 922 hektar yang tersebar di dua desa. Yakni, Desa Mangunsari, Kecamatan Tegowanu dan Desa Rowosari, Kecamatan Gubug.

Bupati menambahkan, kegiatan percepatan tanam tersebut merupakan salah satu bentuk dukungan Upaya Khusus Padi Jagung Kedelai (UPSUS PAJALE) yang dilakukan sejak 2014. Dengan dukungan penuh TNI, upaya tersebut berhasil mendongkrak produksi padi di Grobogan.

Kemudian, pada 2015 produksi padi di Kabupaten Grobogan mencapati 799.307 ton. Kemudian, capaian tersebut meningkat menjadi 843.863 ton pada 2016 dan 864.977 ton pada tahun 2017. Peningkatan produksi tersebut dilakukan dengan optimalisasi penggunaan lahan, dan perluasan panen di areal hutan dan lahan kering.

Lokasi Kantor

Jumlah Pengunjung

82610
Hari iniHari ini108
KemarenKemaren242
Minggu iniMinggu ini756
Bulan iniBulan ini350
KeseluruhanKeseluruhan82610
Go to top